DuniaKu yang Terlupakan.. :')


Dunia itu… hilang.
Dia berkata ;
“prnahkah melihat bunga melati yg tumbuh dipinggir jalan?
jika diperhatikan bunga melati itu ada noda dan bercak hitam dimakhkotanya.
itulah cinta..
cinta tak selalu mulus putih..
cinta penuh dgn noda
cinta penuh dgn cobaan
cinta penuh dgn pengorbanan..
dan cinta penuh dgn tantangan
yg jika kita mampu melewati bersama itulah kesejatian cinta”
hati menjerit ;
“cinta kalau cuma satu org yg berkorban apa itu namanya cinta?
cinta kalau hanya satu yng memahami apa itu namanya cinta?
cinta kalau sering ternodai, apa itu namanya cinta?
cinta kalau hanya satu orang saja yang mau melewati tantangan apakah itu namanya cinta?
allah gak pernah memberi cinta dalam kesakitan... cinta itu suci, putih, tinggi. apakah manusia akan terus mengotori yang nama cinta, sampai kapan?”
Tak ada suara, hanya jerit tangisan hujan yang meriuhkan suara qarbu.
DAN SEMUANYA MENGHILANG....
ditengah kesibukan ku dalam berfikir dan segala hal. aku masih mengingat kamu dibenak ku. aku masih menyebut nama mu dihati dan mulut ku... tuhan ampuni aku... dosakah aku yang lebih sering mengingatnya dihari-hari ku... ampuni aku tuhan... T_T
RINDU...
mengapa selalu hadir disaat
aku tidak mampu untuk menghadapinya

disetiap detak jantungku
RINDU itu selalu muncul untuk mu
tak bisa ku pungkiri perasaan ini... :'(
Apakah semuanya akan berakhir seperti cairan didalam botol infus ini. Apakah aku selesai disini.
Tak ada tempat untuk ku mengadu…
“ya allah... sakit rasanya, semoga sabar ini membawa berkah. amin....”
fikiran ku melayang kesebuah ucapan.
“jadi ingat almarhumah... "senyum dalam kepedihan adalah kunci dari sebuah kesabaran yang berujung pada kemuliaan. tapi juga harus disertai dengan keikhlasan dalam menjalaninya." tempatkan ia disurga mu ya allah... bulan besok tepat 3 tahun kepergiannya... andai waktu bisa berulang, aku ingin engkau ada disini oh bidadari ku... yang tak bersayap berhati malaikat... :'(
aku benci…, disaat hati ini menangis. Selalu hujan yang menghampiri.. tuhaaannn…. :’(
“sakit rasanya mengenang orang yang sudah pergi.... sesak dada nie ya allah...”

aku ingin bertemu, menangis dipelukan mu, menceritakan semuanya pada mu... menangis dalam belayan kasih sayang muuuuuu... bidadari ku tak bersayap berhati malaikat... datanglah... aku ingin memeluk mu... :'(
aku mulai merasakan rasa sakit itu kembali, perlahan otak ku seakan melayang bersamaan dengan rasa sakit yang menerpa seluruh badan ku. Tersadar akan semua itu, aku segera berusaha berjalan meski terjatuh untuk mengambil cairan infus ditempat sediaan. Rasa sakit itu semakin membuat ku gila, sehingga semua yang ku fikirkan terlupa bersama setikap kata yang ku hafal untuk ujian besok. Hati ku menggrutu saat aku tak menemukan satupun sediaan didalam lemari dikamar ku.
“ya allah, ambil aku.. biar semua ini berakhir.” Gumam ku kesal selarik menahan rasa sakit yang membuat sesak yang bergejolak didada. Sesaat itu juga aku terjatuh karena syaraf diotot kaki ku tak mampu untuk menopang tubuh yang lemah ini. Sesaat isak tangis ku ingin keluar namun tak bisa…. Terucap kalimat indah itu dibibir ku.. “astaufirullah aladzim” berulang kali aku menyerukan kata itu. Tiba-tiba serasa ada yang berbisik kepada ku.
“apakah kau lupa pada ku?” ungkap suara
“aku adalah dunia mu yang kau lupakan karenanya. Dunia yang dulu selalu kau datangi saat kau tengah dilanda sepi, saat kau tengah terluka, saat kau tengah bahagia. Saat kau tengah dalam segalanya. Kini kau tak tau harus mengadu kemana?”
“hey ada aku dan dia”
“dunia mu dan tuhan mu”
“apa kau lupa itu. Kemana diri mu yang selama ini ada didekat ku.”
“apa karena cinta kau lupakan aku?”
“tak biasanya begitu…”
“hey… kenapa diam?”
“ayo lah,.. bersuara… aku dunia mu. Tempat kau mengekspresikan perasaan mu.”
“kau adalah orang yang mahir berkata, maka kau adalah orang yang juara dalam dunia mu dan hidup mu. Ingat, Orang yang mampu berbahasa berarti ia mampu untuk berfikir. Tapi orang yang mampu berfikir belum tentu ia mampu dalam berbahasa.”
“ayooo… berhentilah menangis dalam kebodohan mu, lupakan semuanya untuk sejenaka saja. Berbahasalah dalam fikiran mu, dan berfikirlah dalam bahasamu. Aku ini dunia mu. Aku adalah sahabat setia mu. Aku selalu ada untuk mu. Hanya saja kau yang melupakan aku.”
“bukankah sahabat itu bagaikan tangan dan mata, saat tangan terluka mata menangis, saat mata menangis tangan yang menghapusnya.”
“hey sahabat ku, ayo kesini, kembali masuk kedunia mu. Dunia yang penuh fantasi didalamnya. dunia yang tak mungkin dimengerti orang namun kau mampu hidup didalamnya. ayo datanglah… aku sahabat mu, aku dunia mu yang terlupakan. Dunia yang membuat mu mengekpresikan segalanya”
“ingat lah, aku dunia mu yang terlupakan. Terlupakan karena kesibukan mu karena memikirkannya.”
Tiba-tiba aku merasa jenuh dengan semua ocehan suara itu, aku kembali memarahinya..
“BERHENTI..!!kau dunia ku yang ku lupakan… apa?”
“KAU MEMANG BODOH VANNYA. Ini lah aku, dunia mu yang terlupakan. Dunia yang penuh fantasi untuk kau mengekpresikan perasaan, fikiran mu kedalam bahasa tulisan. Dunia mu adalah sastra didalam hidup mu, dunia tulis menulis, imaji mu. Itu lah aku. Dunia mu yang terlupaka.”
Aku menangis menyadari semua hal itu, tuhan ampuni aku. Kau selalu bersuara dijiwa ku melalui setiap tulisan ku. Kau selalu mengiringi langkah ku. Ya allah, kau lah dunia ku.dunia didalam tulisan hati, yang hanya ada kau dan aku yang tau akan hal itu. Ampuni aku ya allah. Kau tuhan ku, kau dunia ku.
 (dibuat dalam keadaan hati yang tak tentu arah, kepala sakit, semua terbengkalai, materi ujian berantakan. tapi setidaknya aku udah lebih nyaman dan tenang)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pena Tak Berdawat, :)

Petunjuk Jalan

Kenapa Harus Kamu?