Persahabatan dan sahabat yang sesungguhnya


Persahabatan dan Sahabat yang Sesungguhnya…
Hem, artikel kali ini gue bakalan ngebahas masalah persahabatan dan sahabat yang sesungguhnya. Kenapa gue mengangkat teman ini, karena saat ini kebanyakan orang salah mengartikan kedekatannya dengan orang lain. Teman, rekan, dan sahabat itu jelas sangan berbeda. Perbedaannya dapat kita lihat dari tingkatan kedekatan dan kebersaan serta tindakan yang dilakukan terhadap kita. Atau lebih tepatnya interaksi timbal balik. Teman tidak bisa dibilang sebagai sahabat, karena ia hanyalah sebatas hubungan untuk berinterasi dan bersosialisasi dalam kurun waktu sebentar. Contohnya bertegur sapa dengan orang yang kita kenal tetapi tidak begitu dekat. Teman juga dapat diartikan teman untuk bermain, disini biasanya orang banyak mengatakan sebagai teman dekat. Namun teman dekat ini bukan berarti adalah sahabat. Kenapa? Karena teman dekat hanya dekat dengan kita, tetapi belum tentu ia bisa memahami kita. Bahkan mungkin ia dekat dengan kita saat kita tengah bahagia, tetapi saat kita sedih atau susah. Mungkin saja dia bisa meninggalkan kita. Lain halnya dengan sahabat. Sahabat adalah seseorang yang benar-benar mengerti tentang diri kita, bisa selalu ada dikala suka dan duka, bisa menerima kelebihan dan kekurangan kita, selalu mengingatkan kita dikala kita salah. Dan lebih tepatnya lagi, sahabat adalah bentuk interaksi dan sosialisasi sempurna. Mengapa, karena disini terjadi interaksi timbal balik atau saling menguntungkan karena bisa dibilang bagaikan saudara atau keluarga. Nah, kalau rekan mengapa dibilang bukan sahabat. Karena interasi yang terjadi didalamnya hanya sebatas hubungan kerja atau bisa dibilang sementara. Contoh rekan bisnis atau rekan diskusi dalam kelompok. Jadi sangat jelas bukan, bahwa sahabat itu berbeda dari teman dan rekan. Sahabat memiliki tempat atau jenjang yang tetrtinggi dalam tingkat interaksi dan social dikalangan sebaya.
Sementara persahabatan adalah sebagai pengikat dari sahabat. Pada masa ini, banyak kalangan sebaya yang menyalah artikan kedekatanya dengan sebayanya. Sehingga terkadang sering merasa kecewa. Orang yang dianggapnya sahabat ternyata bukan lah seperti sahabat, melainkan sebagai teman. Karena ia baru menyadari mereka tidak ada disaat kita membutuhkannya. Dan mungkin malah menjatuhkan kita secara diam-diam. Oleh karena itu, saya memiliki beberapa tips untuk memastikan apakah orang sebaya dengan anda dapat dikatakan sebagai sahabat anda dan menjalani sebuah persahabatan yang sesungguhnya?
Ini beberapa tips dari saya;
1.      Seorang sahabat tak pernah menilai kekurangan kita dan kelebihan kita, tetapi ia akan lebih suka menilai hati kita. Dalam kata lain, bisa memahami dan menerima kekurangan dan kelebihan kita atau sifat baik dan buruk kita.
2.      Sahabat tidak selalu memiliki kesamaan dengan kita, karena kesamaan itu hanya membuat persahabatan terasa biasa saja. Tetapi jika kita memiliki banyak perbedaan dan bisa saling memahami perbedaan itu, maka persahabatan yang akan terjadi terasa lebih berwarna karena kita mempelajari arti sebuah perbedaan yang membuat kita menjadi saling mengisi kekurangan dan kelebihan masing-masing.
3.      Sahabat selalu ada dikala suka dan duka. Mudah mengulurkan tangannya dan mudah merangkul pundak kita.
4.      Sahabat akan selalu mengingatkan kita dikala kita salah. Dan memuji kita dikala kita benar.
5.      Sahabat selalu melindungi dan membantu kita meski terkadang ia juga berada dalam kesulitan.
6.      Sahabat akan memaafkan kita meski kita berbuat salah.
7.      Sahabat tidak pernah menusuk kita dari belakang, dalam arti lain, sahabat tidak pernah membicarakan keburukan kita kepada orang lain.
8.      Jika suatu saat anda dan sahabat anda berkomitmen untuk berjauhan karena suatu permasalahan yang belum bisa diselesaikan. Ia tidak akan berani menagatakan bahwa saat itu anda menjadi musuh baginya. Dan tidak akan pernah menjelek-jelekkan anda. Baginya, anda adalah kenangan yang terindah yang harus dijaga meski tak dapat bersama.
9.      Persahabatan yang sesungguhnya akan terasa saat kita berdiri sama rata, duduk sama rendah, dan makan sama rasa… diumpamakan seperti selogan burung garuda. Bhineka tunggal ika. Berbeda-beda, tapi tetap satu jua. Seperti itulah sebuah persahabatan yang sebenarnya..
10.  Sahabat akan selalu berusaha sekuat mungkin untuk mencari tau keberadaan kita saat sudah lama tidak bertemu. Apa pun caranya. Sahabat akan selalu mengingat dan menyayangi kita meski jarak memisahkan.

Dari sepuluh poin ini, dapat diambil kesimpulan, bahwa sahabat adalah seseorang yang sayangat berarti dalam hidup kita. Bahkan ia lebih penting dari seorang kekasih. Mengapa? Kekasih dapat dengan mudah dicari. Karena yang namanya cinta itu akan datang silih berganti sebelum waktunya tuhan menunjukkan jodoh kita. Tapi seorang sahabat, tidak mudah untuk dicari, hibarat mencari jarum didalam jerami karena sulit menemukan orang yang bisa mengerti kita. Atau melakukan 10 poin diatas. Mengapa sahabat itu diperlikan, karena manusia adalah mahluk social. Mahluk yang saling membutuhkan satu sama lain. Hidup tanpa sahabat bagaikan hidup tanpa nyawa. Kenapa? Karena orang mati sudah tidak membutuhkan bantuan orang lain lagi hingga ia dimasukkan keliang lahat. So, jika kamu merasa belum punya sahabat, kamu bisa memilih teman dekat kamu untuk dijadikan sahabat dengan cara penyeleksian 10 poin tadi. Ok.. sekian dulu ya.. semoga artikel ini bermanfaat. Dan selogan dari saya.. “hidup dalam persahabatan membuat segalanya jadi lebih berwarna dan mudah.”
Salam persahabatan… “best friends for ever..”

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pena Tak Berdawat, :)

Petunjuk Jalan

Kenapa Harus Kamu?