Aku Gila Mengejar Cinta Mu... Oh.. Bisma Sayank. ;D
Setulus hati aku mengatakan dengan sejujurnya, bahwa kamu bagaikan pelawak internasional. Etz.. jangan marah ya, sebab itu benar. Soalnya kamu suka buat aku tersenyum-senyum mulu cih.. perasaan kalau difikir-fikir lagi, wajah kamu itu biasa aja. Gak ada lucu-lucunya dan gak ada yang aneh. Tapi kenapa ya dibenak aku, wajah kamu itu lucu banget…, kayak simanis dan si gokil kucing garfild. Imuet dan ngegemasin banget.., apalagi kalau kamu senyum.. hahaha.. sumpah deh aku mau pingsan. Buat aku senyum-senyum gak jelas gitu kalau ngebayangin kamu. Aku juga sering bicara sendiri, ngikutin kata-kata and gaya kamu bicara. Kayak orang stress deh…
cinta kamu tuh buat aku gila abizz.. untungnya gak ada orang lain yang lihat, tar disangka aku gila beneran. Kalau my family sih udah tau, kalau aku lagi falling in love… stop!! Jangan kamu Tanya sama siapa yaa… karena aku akan malu-malu kucing ngejawabnya tapi kalau teman aku yang bertanya, aku pasti akan jawab;
“oh… ayank Bisma ku.. I love you beb! Hehehe..”
“kamu nakal ya beb..!!!” pasti kata-kata itu yang kamu bilang. Tapi kamu tuh yang nakal, karena kamu buat aku seperti orang gila.., hem.. because your love.. :D
Aku gak penah ngelewatin setiap acara kamu di TV, pasti selalu on time. Walaupun terkadang butuh perjuangan buat ngelawan pesaing-pesaing maniak penonton TV dirumah ku, tapi tenang ya bisma sayang. Aku selalu menang dengan tingkah ku yang buat mami dan adik-adik ku mengalah. Hem.., tuhkkan! Kelihatan banget kalau aku cinta banget sama kamu. Setiap jam lima sore, aku selalu nongkrong didepan TV buat ngeliat acara SMASH NGABUBURIT disalah satu stasiun TV swasta. Tapi lama banget agar bisa ngeliat kamu, abis kamu sering tidur sih dalam perjalanan. Kenapa sih sayang? Kamu capek ya! Ngatuk! Atau gak kuat karena puasa? Aduh.. sayang ku kasihan.., makannya.., kunjungi kota ku donk! Pekanbaru city. :) dijamin kamu bakalan aku temanin keliling kota Pekanbaru, kalau perlu ampe daerah kota Dumai. Bakal aku tunjukin tempat rahasia terindah ku. Etz.., tapi kita berdua aja ya, personil SMASH lainnya gak boleh ikut. Ini kan acara kita, jadi biar lebih romantic, hehehe.. aku namain tempat itu kolam banda. Tempat dimana aku menumpahkan semua keluh kesah dan inspirasi ku. Dijamin deh kamu bakalan suka kalau kesana, apalagi kalau datangnya sama aku! Kan bakalan lebih indah. Kayak lagu gitu..
“ berdua dengan mu.. pasti lebih baik.. aku yakin itu.. bila sendiri, hati bagai langit.., terselimut kabut.” Huwah.. siapa tau aja kita bisa ngalahin pasangan Aca and Irwan Syah sewaktu pacarannya. Hahaha,… aku semakin tambah gila nyebayanginnya. ;D
“ OKE PEMIRSA, TANYANGAN KALI INI SMASH TENGAH BERADA DISEBUAH KOTA YANG BAHASA DAN BUDAYANYA SEPERTI UPIN IPIN. BETUL..BETUL…BETUL..!!! YAPZ!! BENER BANGET! IBU KOTA PROVINSI RIAU, PEKANBARU YANG BERBUDAYA DAN BERBAHASA MELAYU.” Mendengar suara Ruben Onsu, membuat telinga ku memanjang bagaikan tiang antena. Bukan karena suara rubennya, tapi karena ucapannya.
“WHAT.. SAYANG BISMA ADA DISINI! HUWAAAAA..” teriak ku girang yang sepontan mengagetkan seisi green cafĂ©, ditambah lagi setelah aku mengetahui acara itu sedang live ditayangkan. Itu artinya kesempatan aku untuk bertemu sayang Bisma sangat besar. Aku pun melompat-lompat ria layaknya seekor kangguru yang membuat teman-teman ku merasa malu dengan aksi kegilaan ku. begitu aku mengetahui kamu berada dibandara Sultan Syarif Kasim II, aku segera berlali menuju mobil ku dan meninggalkan teman-teman ku yang tanpa aku sadari merasa geram kepada ku. Aku pun jadi lupa kalau sore itu aku ada acara buka puasa bareng mereka. Hem.., itu semua gak penting, kan aku bisa buat acara lagi sama mereka. Tapi kalau bertemu sama kamu.. oh.. tuhan., ini hal yang gak bisa aku tunda.. aku pun mengejar mu kebandara Sultan Syarif Kasim II, betapa kecewanya aku saat aku mengetahui kamu sudah bergerak menuju hotel Ibis. Dari ujung ke ujung aku relakan demi mengejar mu dalam cinta ku sayang. Saat aku sampai dibasmen hotel, aku melihat rombongan mu tengah memasuki hotel dan aku berlali mengejar mu tanpa memperdulikan security mengejar ku dari belakang, astaga.. aku benar-benar gila karena cinta mu sayang. Tapi sayang, aku merasa kecewa banget karena aku terlambat mengikuti mu. Kamu udah deluan masuk kedalam lift. Aku pun terdiam lemas saat menyadari kaki ku tak kuasa untuk menopang tubuh ku, aku baru ingat ini bulan puasa dan aku masih dalam menjalankan ibadah puasa. Mata ku pun mulai sayu, sesaat aku merasakan badan ku semakin lunglai, teriakkan security pun tak mampu menyadakan ku untuk memerintahkan kaki ku berlari menghindari masalah yang akan aku hadapi. Sesaat aku pun terjatuh lemas.
“Hah.., kenapa jatuh pingsan rasanya empuk banget ya” fikir ku sembari memanggil-manggil nama kamu.
“Bisma.. Bisma.. aku sayang kamu.” Saat itu juga aku mendengar suara seseorang yang tak asing ditelinga ku, mata ku mencoba melihat wajah pria itu. Wajahnya terlihat samar-samar dimata ku, hingga akhirnya aku pun tak sadarkan diri lagi.
Saat aku tersadar dari pingsan ku, pandangan ku masih buram dengan apa yang ada disekeliling ku. Sesaat itu juga aku mendengar seseorang bertanya kepada ku.
“ dek, kamu gak kenapa-kenapakan?” suara itu mengalihkan perhatian ku untuk dapat melihat siapa orang itu,
“hah” gumam ku singkat sembari memperhatikan seantusias mungkin wajah orang itu.
“kamu siapa?”Tanya ku saat mata ku berhasil focus melihat wajah orang itu.
“saya dokter, kebetulan sedang menginap dihotel ini untuk memantau kesehatan para personil SMASH” tutur lelaki itu.
“hah…. SMASH!” gumam ku kaget sembari tersentak duduk dikasur hotel.
“eh.. jangan dipaksain duduk, baring aja dulu, tar kepalanya pusing lagi loh! Ini minum dulu air mineralnya. Soalnya udah tiga puluh menit yang lalu berbuka puasa.” Kata seseorang cowok yang duduk disamping ku. Sepontan aku melihat kearah cowok baik itu. Dan astaga… “BISMA…” Teriak ku sembari memeluk mu sayang. Dan aku pun menangis penuh bahagia dan berkata.
“ih.., kamu tau gak sih beb! Aku tuh dari tadi nguber-nguber kamu dari bandara sampai kesini. Karena capek lari-lari dalam kondisi puasa, aku jadi pingsan deh. Arrrghh…. Senangnya akhirnya aku bisa ketemu kamu.” Gumam ku penuh girang.
“ iya, tadi aku yang menopang badan kamu saat pingsan.” Tutur bisma sembari tersenyum kepada ku. “oh tuhan… senyumnya.. gigi kawatnya memahnet hati ku yang terbuat dari besi berani.” Gumam ku didalam hati sembari tersenyum-senyum sendiri.
“kamu itu gila ya, udah tau puasa tapi malah lari-lari.” Kata bisma meledek ku. Aku yang bodoh karena cintanya hanya menyunggingkan senyuman ku penuh pesona layaknya orang idiot dan berkata.
“aku kan emang orang gila, gilanya karena cinta kamu.”
Tiba-tiba aku tersadar setelah seseorang menepuk-nepuk pipi ku.
“eh.., dek.. dek.., saya bukan bisma. Lepasin donk pelukannya, kuat banget nih. Saya gak bisa bernafas.” Mendengar suara yang asing itu membuat aku segera melepaskan pelukan ku.
“AAAAAAA…..” teriak ku begitu melihat siapa yang baru saja ku peluk. Seorang lelaki muda dengan wajah peyotnya yang dijamuri jerawat dan kulit itam legam layaknya orang suku pedalaman afrika. “kenapa loe meluk-meluk gue?” teriak ku memarahi cowok itu sembari memukulkan bantal kearah bahunya.
“dek.., dek.., abang ini gak salah. Dia Cuma pelayan hotel yang membantu saya merawat adek.” Kata pak dokter. Sepontan aku pun berhenti dan meminta maaf kepada cowok itu. Dan mengucapkan terimakasi atas pertolongan mereka dan segera pergi meninggalkan kamar hotel itu. Sepanjang perjalanan menuju besmen hotel aku hanya terdiam menundukan kepala ku sembari tersenyum kecil menahan malu. “Sayang kamu kok jahat banget sih! Masak kamu ngebiarin aku dipeluk sama beruang afrika itu. Seharusnyakan aku meluk kamu.” Gumam ku kesal didalam hati, seorang petugas parkir hotel membukakan pintu mobil ku. Aku pun hanya tersenyum semakin malu. Tanpa basa-basi aku segera meninggalkan hotel itu. “Sayang.. kamu tega banget..” teriak ku sembari memukul setir pengemudi.
***
“vannya… vannya.., bangun” teriak Zara, sahabat ku sembari mengguncang-guncangkan tubuh ku.
“arrrgghh.. apaan sih!” keluh ku sembari menggulungkan badan ku kedalam selimut layaknya telur dadar sosis gulung buatan mami ku.
“ eh.. loe harus liat ini.” Kata Zara sembari memencet tombol remot TV dikamar ku yang baru aku belik awal puasa agar tidak terganggu untuk melihat kamu diTV sayang.
“Pemirsa, tanpa disangka-sangka. Salah satu Personil SMASH bernama Bisma Karisma tampak sedang memeluk seorang gadis didepan lift hotel Ibis Pekanbaru.”
“HAH..” Teriak ku sembari berusaha keluar dari gulungan selimut hingga aku terjatuh kelantai ketika mendengar nama Bisma sayang ku disebut-sebutkan disiaran acara gossip pagi.
“vannya.., itu kan elo!” ucap Zara terkejut.
“hingga saat ini belum diketahui siapa gadis yang dipeluk oleh bisma itu dan apa statusnya dengan Bisma. Jangan kemana-kemana tetap di HOT GOSIP” sambung pembawa acara itu.
“vannya.., itu benaran loe!” jerit Zara girang. Sementara aku hanya terdiam merasakan kebuntuan otak ku yang belum bisa berfikir layaknya orang begok dengan kondisi badan bauk dan wajah kusut ku akibat baru bangun tidur. Setelah lima menit kemudian, aku baru berteriak kegirangan saat Zara menggoyang-goyangkan badan ku.
“AAAAA…. Ayank bisma meluk gue.. oh tuhan..”
“telat loe girangnya.” Cetus Zara kesal.
“eh tapi tunggu dulu.” Ucap ku terhenti sembari mengingat-ingat kejadian tadi malam.
“perasaan tadi malam gue dipeluk sama suku afrika lah!” gumam ku berfikir layaknya orang bodoh. “HAH” kata Zara terkejut dengan pencetusan ku.
“HAHAHAHA…., jadi loe meluk cowok yang loe sangka itu Bisma dek!” ledek bang Tignove gitaris digrub band ku disertai ketawa anak-anak thrafallgar band saat usai mendengar pengakuan ku hasil pemburuan sayang ku Bisma semalam sore.
“adek vannya si mantan ndut meluk orang dayak Afrika. Hahaha..” hujat mas Fazri drummer diband ku.
“kenapa gak loe pacarin aja sekalian dek! Ahahah..” seru papa Andreas sebagai reatem diband ku turut meramaikan hujatan untuk ku.
“nanggung anak nda, kenapa gak loe bawa kawin lari aja. Jadi tar kita buat new song kita kawin lari 3!” tambah bunda riska sang basis.
“eh.., tapi kawin pertama dan keduanya siapa ya?” Tanya bunda riska yang bingung dengan pernyataannya sendiri.
“ ya bunda dulu lah!” jawab Zara.
“yang keduanya baru kita ya yank!” sambung mas Fazri yang merupakan pacar Zara. Suasana pun semakin riuh sejak anggota personil band ku datang untuk mendengarkan cerita ku gara-gara dikasih tau oleh zara. Aku yang tak kuat mendengar hujan ejekan yang melayang dari para sahabat ku itu segera berteriak dan berdiri.
“aaarrggghh.. diam!!!” sesaat itu juga suasana kamar ku menjadi sunyi.
“yang pentingkan aku udah dipeluk ayang bisma deluan. Hahahahaiii..” lanjut ucap ku dengan girang sembari tersenyum sumringah layaknya orang gila tak tau malu.
“alah…, dasar vannya lebay” gema sahabat-sahabat ku yang kemudian beranjak dari duduknya menuju aktivitas mereka masing-masing.
“eh… kalian kok pada bubar, kok malah ngecuekin gue!” ucap ku kecewa.
“hah, males. Kita pada sibuk ngimprove lagu buat persiapan festival amal minggu depan.” Sahut mas Fazri sembari memetik senar gitar bersama bg tignove, sementara itu bunda riska mencoba memulai menyanyikan lirik lagunya.
“hah.. ya sudah kalau gitu!” cetus ku semakin kesal dan merajuk sembari terduduk disofa didepan TV.
“dek, bentar lagi buka. Mami loe kan lagi gak dirumah, belik makanan buat buka gih!” seru mas Fazri.
“hah.. apa-apaan ini, giliran kayak gini aja aku yang disuruh!” gumam ku kecil karena masih merasa kesal sembari beranjak kelemari baju mengambil tas kecil ku.
“haaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa…” teriak ku yang serentak mengejutkan orang seisi kamar. “kenapa anak nda?” Tanya bunda riska langsung menghampiri ku.
“dompet aku hilang! Jangan-jangan jatuh.” Keluh ku sembari mengingat-ingat kejadian semalam.
“ya sudah, kita telvon aja Pizza, biar petugasnya yang ngantar kesini, jadi kita patungan bayarnya.” Seru bang tignove memberi solusi. Zara pun segera berjalan kearah telvon rumah dikamar ku dan menelvon restaurant Pizza. Dan aku kembali duduk disofa menikmati nonton TV. Baru beberapa menit kemudian suara bel rumah ku berbunyi.
“waw.. cepat banget tukang pizzanya datang! Kamu pake telvon ekspres ya sayang!” Tanya mas Fazry kepada Zara.
“hah, ayank lebay! Vannya, buka pintunya, rambut aku lagi nanggung nih!” perintah Zara yang tengah mencatok rambutnya.
“iya.. iya..” jawab ku singkat sembari bergerak meninggalkan kamar menuju ruang pintu, papa Andreas yang saat itu tengah ingin kedapur mengikuti ku dari belakang.
“mau kemana loe?” Tanya ku.
“gue mau kedapur, mau siapin piring buat buka puasa anak-anak.” Jawabnya.
“oh!”balas ku singkat. Lalu bergegas melangkah kearah pintu ruang tamu karena mendengar bel rumah yang sedari tadi tak henti-hentinya berbunyi.
“iya, bentar!”sahut ku lalu membuka pintu ruang tamu.
“hay.., kamu vannya kan!” Tanya seorang cowok yang berdiri dihadapan ku. Sesaat itu juga aku terdiam kaku dari tempat ku berpijak.
“kok cepat banget sih bang ngantar… pi..zza..nya…” Tanya Zara sembari menghitung uang patungan untuk membayar pizza dan langsung terbata-bata begitu melihat siapa yang ada didepan pintu. Ia pun segera berteriak sehingga uang yang ditangannya berceceran dan mengagetkan anak-anak thrafallgar dan mengundang mereka untuk lari keluar kamar.
“ada apa yank!” Tanya mas Fazri begitu tiba disamping Zara.
“BISMA” Teriak Zara sembari menunjuk kearah cowok didepan pintu itu, dan anak-anak thrafallgar melihat kearah pintu. Mendengar zara menyebut nama ayang Bisma ku membuat ku hampir setengah pingsan.
“eh…, Vannya jangan pingsan!” teriak sahabat-sahabat ku berseru dari jauh. Sementara itu bisma segera merangkul badan ku.
“eh.., sorry!” kata ku gugup sembari mencoba membenarkan posisi ku berdiri.
“oh.., iya gak apa-apa!” ucap ayank bisma ku sembari tersenyum manis.
“oya, gue mau ngembaliin ini. Ini dompet loe kan? Kemarin jatuh pas gue mencoba gendong loe, ya dari pada ribet gue pegang-pegang jadi gue masukin kekantong celana gue. Eh.., gue malah lupa ngembaliinnya semalam sama loe.” Tutur ayank bisma menjelaskan.
“oh iya, makasi.”jawab ku sembari tersenyum kecil sebab masih tak percaya dengan apa yang terjadi dihadapan ku.
“oya, tadi tukang pizza ngantarin box pizza ini. Jadi gue fikir kenapa gak gue ambil aja pizzanya sekalian gue buka puasa bareng loe disini. Lagian gue juga bawa makanan lainnya, soalnya dompet loe kan sama gue. Bolehkan?”Tanya bisma.
“oh… boleh.. boleh kok! Ayok masuk!” sahut Bunda Riska semangat. Sementara aku masih terdiam layaknya orang bodoh saat melihat bisma dihadapan ku.
“oh, iya. Terima kasih!” kata bisma sembari melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah ku. Dan aku terpelongo mengikuti langkah kaki bisma dari belakang.
“ayo kak Bisma, silahkan duduk.” Ucap Zara penuh ramah mempersilahkan bisma duduk dibangku meja makan.
“yank! Apaan sih!”gumam mas Fazri merasa cemburu.
“agh.. diam aja deh!” balas Zara. Aku pun ikut duduk dihadapan bisma sembari melihat terpana kearahnya. Sementara yang lain sibuk membantu andreas mempersiapkan menu buka puasa.
“hey.., Vannya! Loe kok bengong?” Tanya bisma kepada ku. Tapi aku hanya membalas pertanyaan itu dengan senyuman. Senyum yang aku rasa membuat aku terlihaat semakin bodoh.
Semuanya telah terhidang dimeja makan, dan beduk buka puasapun berkumandang. “ALHAMDULILLAH..,” seru semua orang diruang makan semmbari meneguk segelas air dihadapan mereka. Kecuali aku yang masih terpelengo menatap bisma.
“vannya.., loe kok gak minum?” Tanya zara yang duduk disamping ku.
“dek, diminum airnya.” Perintah bang tignove yang duduk disebelah bisma.
“ini beneran nyata gak sih?” Tanya ku yang membuat seisi ruang makan terkejut mendengar pertanyaan ku. Tiba-tiba mas Fazri datang kearah ku dan mencubit pipi ku.
“auwww.. sakit begok!”gerutu ku sembari mengelus-ngelus pipi ku.
“sakitkan dek! Jadi hal ini apa? Nyatakan!” kata mas Fazri.
“iya.., tapi bisa aja kan nyata jadi mimpi, tar yang ada aku salah peluk orang lagi. Tar aku malah meluk suku afrika lagi!” gumam ku linglung layaknya anak kecil. Mendengar pernyataan ku itu membuat orang – orang seisi ruang makan tertawa, kecuali aku dan Bisma. Bisma hanya tersenyum melihat wajah ku yang lugu dan cemberut lucu. Ia pun beranjak dari tempat duduknya menuju kearah ku. Dan berkata
“ kalau yang kayak gini berasa gak dimimpi?” Tanya bisma sembari mengecup lembut pipi ku lalu tersenyum manis dihadapan ku.
“Hah” gumam ku dan teman-teman ku terkejut.
“dek jangan pinsan lagi!”seru papa Andreas kepada ku.
“tenang aja, kalau yang kali ini aku gak bakalan pingsan sob!” jawab ku girang lalu memalingkan kembali wajah ku kearah sayang bisma lalu segera memeluknya erat-erat dan Bisma pun membalas pelukan ku. Suasana ruang makan menjadi sangat meriah dengan tepukan tangan sahabat-sahabat ku.
“untung ini kisah nyata, kalau mimpi bakalan kejadian memalukan kayak semalam deh! Hahaha..” ucap bunda riska sembari tertawa.
“uuhhh! Mulai deh penyakit lola and lugunya si riskha kambuh.” Gumam ku kaget didalam hati.
“memangnya semalam vannya kenapa?” Tanya bisma penasaran sembari melepaskan pelukannya dari ku. Mas Fazri pun memulai cerita yang terjadi semalam antara aku dan orang suku dayak itu. Aku udah berusaha menghentikan mas noney untuk cerita, tapi malah disambung-sambung dengan teman-teman ku yang lain.
“ini bagaikan bermain kejar-kejaran, dan aku yang jadi anak pingitnya.” Gumam ku kesal sambil berlari-lari mencoba menghentikan teman-teman ku bercerita. Tapi terlambat, mereka semua sudah selesai dengan cerita itu dan berhasil menertawakan ku didepan Bisma.
“argghh.., sungguh keterlaluan.” Bisik ku kesal didalam hati. Tapi bisma tidak menertawakan ku, ia hanya tersenyum dan berjalan mendekati ku.
“kamu tau gak! Aku juga sedang jatuh cinta sama seseorang.”ucapnya dihadapan ku.
“ha..” respon ku bingung.
“aku jatuh cinta sama seseorang itu saat dia jatuh kedalam pelukan ku. Dan orang itu adalah kamu!”
“apa!”ucap ku terkejut mendengar pernyataan bisma.
“aku udah baca semua isi surat kamu untuk aku. Maaf ya aku ngebongkar isi dompet kamu. Kamu belum punya cowokkan? Karena didompet kamu gak ada foto cowok selain foto aku, itu artinya aku adalah pacar kamu.” Tutur bisma yang sepontan membuat aku terdiam menganga..
“kamu mau kan jadi pacar aku?” Tanya bisma lagi kepada ku. Dan kali ini aku tak akan sia-sia kan kesempatan emas ini, dengan senyum disertai pipi ku yang merona tersipu malu, aku segera menganggukkan kepala ku dan berkata.
“iya bima sayang, aku mau jadi pacar kamu!” dan Bisma pun tersenyum manis kepada ku dan mengatakan.
“terimakasih ya vannya sayang, I LOVE YOU!” sesaat itu juga aku terjatuh pingsan dan hanya mendengar teriakan sahabat-sahabat ku memanggil nama ku.
Satu.. dua.. tiga.., mata ku mengerdip tiga kali saat sinar mata hari menerobos kejendela kamar ku. Sesaat itu juga aku segera bangun dan terduduk ditempat tidur ku sembari melihat disekeliling kamar ku.
“tu kan, gue Cuma mimpi lagi.” Gumam ku sembari beranjak dari tempat tidur ku menuju sofa didepan TV dan menghidupkan TV ku.
“mana mungkin Bisma nembak gue, itu bakalan terjadi didalam mimpi gue doank.” Gerutu ku kesal sembari menguap dan mengeliat diatas sofa.
“Bisma, siapakah cewek beruntung yang kamu bilang kekasih kamu. Katanya pacar kamu adalah cewek yang kamu peluk waktu dihotel saat cewek itu pingsankan!” seru wartawan gossip dilayar TV.
“hah” teriak ku sepontan terkejut sembari terduduk diatas sofa dengan antusias penuh melihat kearah layar TV.
“iya, dia pacar baru aku, dan kita baru jadian semalam. Awalnya dia itu fens aku, tapi entah kenapa aku jadi jatuh cinta sama dia. Namanya vannya, dia tinggal dikota Pekanbaru dan kita baru aja semalam buka puasa bareng, teman-temannya juga ada disana.” Tutur bisma yang sangat mengagetkan diriku.
“hah.., nih apa kuping gak salah dengar. Apa ini kuping belum gue congkel ya sampai-sampai gue ngasal gini dengarnya.” Ucap ku mencoba menyadarkan diri ku dan memastikan kebenaran ini semua. Tiba-tiba phonsel ku bordering, tanda SMS masuk. Aku pun segera melangkahkan kaki ku mengampil phonsel ku yang berada dimeja TV. Lalu kembali terduduk disofa dan membuka SMS itu.
“hah.., banyak banget SMS and panggilan tak terjawab. Kok gak ada nama penelvon nya ya”..
“Assalammualaikum… met pagi sayang! Kamu udah bangun belum? Aku coba nelvon kamu buat bangunin sahur tapi gak kamu angkat. Gimana kondisi kamu sayang? Udah mendingan kan? By Bisma.”
“hah.., bisma.., astaga.., ini beneran bisma! Jadi gue gak salah denger tadi!” gumam ku sembari berfikir. Lalu kembali membaca semua SMS masuk yang ternyata semua itu dari bisma.
“ya allah.., gue gak sedang bermimpikan! Auww..” gumam ku sembari berteriak akibat merasakan sakit gara pipi ku yang ku cubit sendiri.
“enggak, gue gak lagi mimpi.” Gumam ku. Dan tiba-tiba sebuah kiriman SMS datang lagi dan aku pun segera membacanya.
“ow iya sayang, maaf ya aku gak bisa nunggu kamu. Aku harus segera pergi lagi kekota lain untuk menyelesaikan kontrak ku dan anak-anak SMASH lainnya. Selepas kontrak ini selesai, aku janji buat ngejemput kamu untuk jalan-jalan kekota bandung. Oke sayang, jaga kesehatannya ya, GIRL I LOVE YOU. :* BY; BISMA.”
“Aarrrgghh.., ini beneran bisma..” teriak ku girang sembari melompat-lompat dari duduk ku.
“tapi tunggu dulu, aku harus benar-benar mastiin kalau ini beneran bisma sayang ku, bisa aja kan anak-anak thrafallgar ngerjain gue. Ok vannya, loe pintar! Gue coba telvon aja.” Ucap ku sembari meletakkan phonsel ku ditelinga.
“hallo.., sayank! Kamu udah bangun ya!” sapa suara seorang cowok yang tak asing terdengar ditelinga ku.
“ini beneran Bisma Karisma?” Tanya ku dengan begoknya.
“iya donk sayank, ini aku Bisma. Pacar kamu, kamu masih ngerasa ini mimpi ya! Hahaha… sayank-sayank!!! Tenang aja, aku pasti bakalan ngebuktiin lagi kalau ini tu gak mimpi buat kamu dan gak ada yang gak mungkin didunia ini, seperti yang selalu kamu bilang saat menyakinkan teman kamu, kalau suatu saat kamu pasti bakalan ketemu aku dan jadi pacar aku. Hahaha.., teman-teman kamu udah cerita banyak tentang kamu semalam.” Tutur bisma ku panjang lebar.
“hah, serius! Dasar ya tu anak-anak, resek!” gumam ku menahan malu kepada Bisma.
“hahaha, aku yang banyak nanyak tentang kamu sama mereka. Jadi mereka ceritain semuanya deh tentang kamu. gak apa-apakan sayank?” kata Bisma sembari tertawa kecil mendengar suara ku yang kesal.
“hah.., iya deh yank gak apa-apa kok!” jawab ku singkat sebab masih canggung dengan hubungan yang berlangsung cepat ini.
“oke kalau gitu tar aku telvon lagi ya, aku mau syutting buat acara ngabuburit tar sore. Kamu nonton aku ya.” Kata bisma.
“oke, aku pasti selalu nonton kamu.” Jawab ku sembari tersenyum bahagia dan mulai terbiasa dan menyadari kenyataan yang terjadi adalah nyata dan benar adanya.
“oke , see you honey! I miss You.”
“I miss you too.” Balas ku sembari menutup saluraan telvon dan tersenyum manis sambil memangku wajah ku dengan kedua tangan ku. Tiba-tiba phonsel ku kembali berdering tanda SMS masuk, aku pun segera membacanya.
“sayank.., kamu emank gila banget ya. Sayang sama aku ampe segitunya, rela lari-larian pas puasa dan mempermalukan diri kamu didepaan orang banyak hanya demi cinta kamu ke aku. Sayank, aku jadi semakin cinta sama kamu. Jarang ada fans yang sampai kayak gini. Maksut aku, berhasil mencuri hati aku hanya dengan melihat senyum kamu saat tertidur pingsan dipelukan aku. Kamu kayak putri tidur yang tetap kelihatan cantik saat itu. Sayang.. aku cinta kamu. Tunggu aku datang ngejemput kamu ya, aku kan pangeran berkuda putih kamu. Hahaha.. aku jadi ikutan lebay gara-gara cinta kamu. Hem.. see you honey.. :-* :)”
“hahaha.., aku emank gila Bisma sayank. Lebih tepatnya jadi orang gila, GILA KARENA CINTA KAMU.” Gumam ku didalam hati sembari tersenyum bahagia melirik kearah poster besar didepan tempat tidur ku yang lain dan tak bukan adalah poster ayank ku BISMA. MmmmmuuuUaaaaaAAhhhhhHH.. :* :D
(: THE END.. :D
NB; Sesungguhnya cerita ini hanyalah khayalan dan fiksi belaka, mohon maaf jika ada kesalahan kata dan kesamaan penggunaan nama tokoh cerita. Cerita ini vannya sajikan kepada teman-teman guna untuk meningkatkan minat membaca khususnya dikalangan remaja. Semoga cerita ini dapat menghibur teman-teman pembaca. Vannya sadar, keritik dan saran sangat dibutuhkan dalam karya ini guna sebagai pemicu semangat dan pembelajaran buat vannya, jadi diharapkan kritik dan sarannya ya teman-teman. :D oke deh, Sekian dulu dan terima kasih..
salam sayank..,
Penulis Cerpen,
Dinda Vannya Dwi Al-Sky.. :D
cinta kamu tuh buat aku gila abizz.. untungnya gak ada orang lain yang lihat, tar disangka aku gila beneran. Kalau my family sih udah tau, kalau aku lagi falling in love… stop!! Jangan kamu Tanya sama siapa yaa… karena aku akan malu-malu kucing ngejawabnya tapi kalau teman aku yang bertanya, aku pasti akan jawab;
“oh… ayank Bisma ku.. I love you beb! Hehehe..”
“kamu nakal ya beb..!!!” pasti kata-kata itu yang kamu bilang. Tapi kamu tuh yang nakal, karena kamu buat aku seperti orang gila.., hem.. because your love.. :D
Aku gak penah ngelewatin setiap acara kamu di TV, pasti selalu on time. Walaupun terkadang butuh perjuangan buat ngelawan pesaing-pesaing maniak penonton TV dirumah ku, tapi tenang ya bisma sayang. Aku selalu menang dengan tingkah ku yang buat mami dan adik-adik ku mengalah. Hem.., tuhkkan! Kelihatan banget kalau aku cinta banget sama kamu. Setiap jam lima sore, aku selalu nongkrong didepan TV buat ngeliat acara SMASH NGABUBURIT disalah satu stasiun TV swasta. Tapi lama banget agar bisa ngeliat kamu, abis kamu sering tidur sih dalam perjalanan. Kenapa sih sayang? Kamu capek ya! Ngatuk! Atau gak kuat karena puasa? Aduh.. sayang ku kasihan.., makannya.., kunjungi kota ku donk! Pekanbaru city. :) dijamin kamu bakalan aku temanin keliling kota Pekanbaru, kalau perlu ampe daerah kota Dumai. Bakal aku tunjukin tempat rahasia terindah ku. Etz.., tapi kita berdua aja ya, personil SMASH lainnya gak boleh ikut. Ini kan acara kita, jadi biar lebih romantic, hehehe.. aku namain tempat itu kolam banda. Tempat dimana aku menumpahkan semua keluh kesah dan inspirasi ku. Dijamin deh kamu bakalan suka kalau kesana, apalagi kalau datangnya sama aku! Kan bakalan lebih indah. Kayak lagu gitu..
“ berdua dengan mu.. pasti lebih baik.. aku yakin itu.. bila sendiri, hati bagai langit.., terselimut kabut.” Huwah.. siapa tau aja kita bisa ngalahin pasangan Aca and Irwan Syah sewaktu pacarannya. Hahaha,… aku semakin tambah gila nyebayanginnya. ;D
“ OKE PEMIRSA, TANYANGAN KALI INI SMASH TENGAH BERADA DISEBUAH KOTA YANG BAHASA DAN BUDAYANYA SEPERTI UPIN IPIN. BETUL..BETUL…BETUL..!!! YAPZ!! BENER BANGET! IBU KOTA PROVINSI RIAU, PEKANBARU YANG BERBUDAYA DAN BERBAHASA MELAYU.” Mendengar suara Ruben Onsu, membuat telinga ku memanjang bagaikan tiang antena. Bukan karena suara rubennya, tapi karena ucapannya.
“WHAT.. SAYANG BISMA ADA DISINI! HUWAAAAA..” teriak ku girang yang sepontan mengagetkan seisi green cafĂ©, ditambah lagi setelah aku mengetahui acara itu sedang live ditayangkan. Itu artinya kesempatan aku untuk bertemu sayang Bisma sangat besar. Aku pun melompat-lompat ria layaknya seekor kangguru yang membuat teman-teman ku merasa malu dengan aksi kegilaan ku. begitu aku mengetahui kamu berada dibandara Sultan Syarif Kasim II, aku segera berlali menuju mobil ku dan meninggalkan teman-teman ku yang tanpa aku sadari merasa geram kepada ku. Aku pun jadi lupa kalau sore itu aku ada acara buka puasa bareng mereka. Hem.., itu semua gak penting, kan aku bisa buat acara lagi sama mereka. Tapi kalau bertemu sama kamu.. oh.. tuhan., ini hal yang gak bisa aku tunda.. aku pun mengejar mu kebandara Sultan Syarif Kasim II, betapa kecewanya aku saat aku mengetahui kamu sudah bergerak menuju hotel Ibis. Dari ujung ke ujung aku relakan demi mengejar mu dalam cinta ku sayang. Saat aku sampai dibasmen hotel, aku melihat rombongan mu tengah memasuki hotel dan aku berlali mengejar mu tanpa memperdulikan security mengejar ku dari belakang, astaga.. aku benar-benar gila karena cinta mu sayang. Tapi sayang, aku merasa kecewa banget karena aku terlambat mengikuti mu. Kamu udah deluan masuk kedalam lift. Aku pun terdiam lemas saat menyadari kaki ku tak kuasa untuk menopang tubuh ku, aku baru ingat ini bulan puasa dan aku masih dalam menjalankan ibadah puasa. Mata ku pun mulai sayu, sesaat aku merasakan badan ku semakin lunglai, teriakkan security pun tak mampu menyadakan ku untuk memerintahkan kaki ku berlari menghindari masalah yang akan aku hadapi. Sesaat aku pun terjatuh lemas.
“Hah.., kenapa jatuh pingsan rasanya empuk banget ya” fikir ku sembari memanggil-manggil nama kamu.
“Bisma.. Bisma.. aku sayang kamu.” Saat itu juga aku mendengar suara seseorang yang tak asing ditelinga ku, mata ku mencoba melihat wajah pria itu. Wajahnya terlihat samar-samar dimata ku, hingga akhirnya aku pun tak sadarkan diri lagi.
Saat aku tersadar dari pingsan ku, pandangan ku masih buram dengan apa yang ada disekeliling ku. Sesaat itu juga aku mendengar seseorang bertanya kepada ku.
“ dek, kamu gak kenapa-kenapakan?” suara itu mengalihkan perhatian ku untuk dapat melihat siapa orang itu,
“hah” gumam ku singkat sembari memperhatikan seantusias mungkin wajah orang itu.
“kamu siapa?”Tanya ku saat mata ku berhasil focus melihat wajah orang itu.
“saya dokter, kebetulan sedang menginap dihotel ini untuk memantau kesehatan para personil SMASH” tutur lelaki itu.
“hah…. SMASH!” gumam ku kaget sembari tersentak duduk dikasur hotel.
“eh.. jangan dipaksain duduk, baring aja dulu, tar kepalanya pusing lagi loh! Ini minum dulu air mineralnya. Soalnya udah tiga puluh menit yang lalu berbuka puasa.” Kata seseorang cowok yang duduk disamping ku. Sepontan aku melihat kearah cowok baik itu. Dan astaga… “BISMA…” Teriak ku sembari memeluk mu sayang. Dan aku pun menangis penuh bahagia dan berkata.
“ih.., kamu tau gak sih beb! Aku tuh dari tadi nguber-nguber kamu dari bandara sampai kesini. Karena capek lari-lari dalam kondisi puasa, aku jadi pingsan deh. Arrrghh…. Senangnya akhirnya aku bisa ketemu kamu.” Gumam ku penuh girang.
“ iya, tadi aku yang menopang badan kamu saat pingsan.” Tutur bisma sembari tersenyum kepada ku. “oh tuhan… senyumnya.. gigi kawatnya memahnet hati ku yang terbuat dari besi berani.” Gumam ku didalam hati sembari tersenyum-senyum sendiri.
“kamu itu gila ya, udah tau puasa tapi malah lari-lari.” Kata bisma meledek ku. Aku yang bodoh karena cintanya hanya menyunggingkan senyuman ku penuh pesona layaknya orang idiot dan berkata.
“aku kan emang orang gila, gilanya karena cinta kamu.”
Tiba-tiba aku tersadar setelah seseorang menepuk-nepuk pipi ku.
“eh.., dek.. dek.., saya bukan bisma. Lepasin donk pelukannya, kuat banget nih. Saya gak bisa bernafas.” Mendengar suara yang asing itu membuat aku segera melepaskan pelukan ku.
“AAAAAAA…..” teriak ku begitu melihat siapa yang baru saja ku peluk. Seorang lelaki muda dengan wajah peyotnya yang dijamuri jerawat dan kulit itam legam layaknya orang suku pedalaman afrika. “kenapa loe meluk-meluk gue?” teriak ku memarahi cowok itu sembari memukulkan bantal kearah bahunya.
“dek.., dek.., abang ini gak salah. Dia Cuma pelayan hotel yang membantu saya merawat adek.” Kata pak dokter. Sepontan aku pun berhenti dan meminta maaf kepada cowok itu. Dan mengucapkan terimakasi atas pertolongan mereka dan segera pergi meninggalkan kamar hotel itu. Sepanjang perjalanan menuju besmen hotel aku hanya terdiam menundukan kepala ku sembari tersenyum kecil menahan malu. “Sayang kamu kok jahat banget sih! Masak kamu ngebiarin aku dipeluk sama beruang afrika itu. Seharusnyakan aku meluk kamu.” Gumam ku kesal didalam hati, seorang petugas parkir hotel membukakan pintu mobil ku. Aku pun hanya tersenyum semakin malu. Tanpa basa-basi aku segera meninggalkan hotel itu. “Sayang.. kamu tega banget..” teriak ku sembari memukul setir pengemudi.
***
“vannya… vannya.., bangun” teriak Zara, sahabat ku sembari mengguncang-guncangkan tubuh ku.
“arrrgghh.. apaan sih!” keluh ku sembari menggulungkan badan ku kedalam selimut layaknya telur dadar sosis gulung buatan mami ku.
“ eh.. loe harus liat ini.” Kata Zara sembari memencet tombol remot TV dikamar ku yang baru aku belik awal puasa agar tidak terganggu untuk melihat kamu diTV sayang.
“Pemirsa, tanpa disangka-sangka. Salah satu Personil SMASH bernama Bisma Karisma tampak sedang memeluk seorang gadis didepan lift hotel Ibis Pekanbaru.”
“HAH..” Teriak ku sembari berusaha keluar dari gulungan selimut hingga aku terjatuh kelantai ketika mendengar nama Bisma sayang ku disebut-sebutkan disiaran acara gossip pagi.
“vannya.., itu kan elo!” ucap Zara terkejut.
“hingga saat ini belum diketahui siapa gadis yang dipeluk oleh bisma itu dan apa statusnya dengan Bisma. Jangan kemana-kemana tetap di HOT GOSIP” sambung pembawa acara itu.
“vannya.., itu benaran loe!” jerit Zara girang. Sementara aku hanya terdiam merasakan kebuntuan otak ku yang belum bisa berfikir layaknya orang begok dengan kondisi badan bauk dan wajah kusut ku akibat baru bangun tidur. Setelah lima menit kemudian, aku baru berteriak kegirangan saat Zara menggoyang-goyangkan badan ku.
“AAAAA…. Ayank bisma meluk gue.. oh tuhan..”
“telat loe girangnya.” Cetus Zara kesal.
“eh tapi tunggu dulu.” Ucap ku terhenti sembari mengingat-ingat kejadian tadi malam.
“perasaan tadi malam gue dipeluk sama suku afrika lah!” gumam ku berfikir layaknya orang bodoh. “HAH” kata Zara terkejut dengan pencetusan ku.
“HAHAHAHA…., jadi loe meluk cowok yang loe sangka itu Bisma dek!” ledek bang Tignove gitaris digrub band ku disertai ketawa anak-anak thrafallgar band saat usai mendengar pengakuan ku hasil pemburuan sayang ku Bisma semalam sore.
“adek vannya si mantan ndut meluk orang dayak Afrika. Hahaha..” hujat mas Fazri drummer diband ku.
“kenapa gak loe pacarin aja sekalian dek! Ahahah..” seru papa Andreas sebagai reatem diband ku turut meramaikan hujatan untuk ku.
“nanggung anak nda, kenapa gak loe bawa kawin lari aja. Jadi tar kita buat new song kita kawin lari 3!” tambah bunda riska sang basis.
“eh.., tapi kawin pertama dan keduanya siapa ya?” Tanya bunda riska yang bingung dengan pernyataannya sendiri.
“ ya bunda dulu lah!” jawab Zara.
“yang keduanya baru kita ya yank!” sambung mas Fazri yang merupakan pacar Zara. Suasana pun semakin riuh sejak anggota personil band ku datang untuk mendengarkan cerita ku gara-gara dikasih tau oleh zara. Aku yang tak kuat mendengar hujan ejekan yang melayang dari para sahabat ku itu segera berteriak dan berdiri.
“aaarrggghh.. diam!!!” sesaat itu juga suasana kamar ku menjadi sunyi.
“yang pentingkan aku udah dipeluk ayang bisma deluan. Hahahahaiii..” lanjut ucap ku dengan girang sembari tersenyum sumringah layaknya orang gila tak tau malu.
“alah…, dasar vannya lebay” gema sahabat-sahabat ku yang kemudian beranjak dari duduknya menuju aktivitas mereka masing-masing.
“eh… kalian kok pada bubar, kok malah ngecuekin gue!” ucap ku kecewa.
“hah, males. Kita pada sibuk ngimprove lagu buat persiapan festival amal minggu depan.” Sahut mas Fazri sembari memetik senar gitar bersama bg tignove, sementara itu bunda riska mencoba memulai menyanyikan lirik lagunya.
“hah.. ya sudah kalau gitu!” cetus ku semakin kesal dan merajuk sembari terduduk disofa didepan TV.
“dek, bentar lagi buka. Mami loe kan lagi gak dirumah, belik makanan buat buka gih!” seru mas Fazri.
“hah.. apa-apaan ini, giliran kayak gini aja aku yang disuruh!” gumam ku kecil karena masih merasa kesal sembari beranjak kelemari baju mengambil tas kecil ku.
“haaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa…” teriak ku yang serentak mengejutkan orang seisi kamar. “kenapa anak nda?” Tanya bunda riska langsung menghampiri ku.
“dompet aku hilang! Jangan-jangan jatuh.” Keluh ku sembari mengingat-ingat kejadian semalam.
“ya sudah, kita telvon aja Pizza, biar petugasnya yang ngantar kesini, jadi kita patungan bayarnya.” Seru bang tignove memberi solusi. Zara pun segera berjalan kearah telvon rumah dikamar ku dan menelvon restaurant Pizza. Dan aku kembali duduk disofa menikmati nonton TV. Baru beberapa menit kemudian suara bel rumah ku berbunyi.
“waw.. cepat banget tukang pizzanya datang! Kamu pake telvon ekspres ya sayang!” Tanya mas Fazry kepada Zara.
“hah, ayank lebay! Vannya, buka pintunya, rambut aku lagi nanggung nih!” perintah Zara yang tengah mencatok rambutnya.
“iya.. iya..” jawab ku singkat sembari bergerak meninggalkan kamar menuju ruang pintu, papa Andreas yang saat itu tengah ingin kedapur mengikuti ku dari belakang.
“mau kemana loe?” Tanya ku.
“gue mau kedapur, mau siapin piring buat buka puasa anak-anak.” Jawabnya.
“oh!”balas ku singkat. Lalu bergegas melangkah kearah pintu ruang tamu karena mendengar bel rumah yang sedari tadi tak henti-hentinya berbunyi.
“iya, bentar!”sahut ku lalu membuka pintu ruang tamu.
“hay.., kamu vannya kan!” Tanya seorang cowok yang berdiri dihadapan ku. Sesaat itu juga aku terdiam kaku dari tempat ku berpijak.
“kok cepat banget sih bang ngantar… pi..zza..nya…” Tanya Zara sembari menghitung uang patungan untuk membayar pizza dan langsung terbata-bata begitu melihat siapa yang ada didepan pintu. Ia pun segera berteriak sehingga uang yang ditangannya berceceran dan mengagetkan anak-anak thrafallgar dan mengundang mereka untuk lari keluar kamar.
“ada apa yank!” Tanya mas Fazri begitu tiba disamping Zara.
“BISMA” Teriak Zara sembari menunjuk kearah cowok didepan pintu itu, dan anak-anak thrafallgar melihat kearah pintu. Mendengar zara menyebut nama ayang Bisma ku membuat ku hampir setengah pingsan.
“eh…, Vannya jangan pingsan!” teriak sahabat-sahabat ku berseru dari jauh. Sementara itu bisma segera merangkul badan ku.
“eh.., sorry!” kata ku gugup sembari mencoba membenarkan posisi ku berdiri.
“oh.., iya gak apa-apa!” ucap ayank bisma ku sembari tersenyum manis.
“oya, gue mau ngembaliin ini. Ini dompet loe kan? Kemarin jatuh pas gue mencoba gendong loe, ya dari pada ribet gue pegang-pegang jadi gue masukin kekantong celana gue. Eh.., gue malah lupa ngembaliinnya semalam sama loe.” Tutur ayank bisma menjelaskan.
“oh iya, makasi.”jawab ku sembari tersenyum kecil sebab masih tak percaya dengan apa yang terjadi dihadapan ku.
“oya, tadi tukang pizza ngantarin box pizza ini. Jadi gue fikir kenapa gak gue ambil aja pizzanya sekalian gue buka puasa bareng loe disini. Lagian gue juga bawa makanan lainnya, soalnya dompet loe kan sama gue. Bolehkan?”Tanya bisma.
“oh… boleh.. boleh kok! Ayok masuk!” sahut Bunda Riska semangat. Sementara aku masih terdiam layaknya orang bodoh saat melihat bisma dihadapan ku.
“oh, iya. Terima kasih!” kata bisma sembari melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah ku. Dan aku terpelongo mengikuti langkah kaki bisma dari belakang.
“ayo kak Bisma, silahkan duduk.” Ucap Zara penuh ramah mempersilahkan bisma duduk dibangku meja makan.
“yank! Apaan sih!”gumam mas Fazri merasa cemburu.
“agh.. diam aja deh!” balas Zara. Aku pun ikut duduk dihadapan bisma sembari melihat terpana kearahnya. Sementara yang lain sibuk membantu andreas mempersiapkan menu buka puasa.
“hey.., Vannya! Loe kok bengong?” Tanya bisma kepada ku. Tapi aku hanya membalas pertanyaan itu dengan senyuman. Senyum yang aku rasa membuat aku terlihaat semakin bodoh.
Semuanya telah terhidang dimeja makan, dan beduk buka puasapun berkumandang. “ALHAMDULILLAH..,” seru semua orang diruang makan semmbari meneguk segelas air dihadapan mereka. Kecuali aku yang masih terpelengo menatap bisma.
“vannya.., loe kok gak minum?” Tanya zara yang duduk disamping ku.
“dek, diminum airnya.” Perintah bang tignove yang duduk disebelah bisma.
“ini beneran nyata gak sih?” Tanya ku yang membuat seisi ruang makan terkejut mendengar pertanyaan ku. Tiba-tiba mas Fazri datang kearah ku dan mencubit pipi ku.
“auwww.. sakit begok!”gerutu ku sembari mengelus-ngelus pipi ku.
“sakitkan dek! Jadi hal ini apa? Nyatakan!” kata mas Fazri.
“iya.., tapi bisa aja kan nyata jadi mimpi, tar yang ada aku salah peluk orang lagi. Tar aku malah meluk suku afrika lagi!” gumam ku linglung layaknya anak kecil. Mendengar pernyataan ku itu membuat orang – orang seisi ruang makan tertawa, kecuali aku dan Bisma. Bisma hanya tersenyum melihat wajah ku yang lugu dan cemberut lucu. Ia pun beranjak dari tempat duduknya menuju kearah ku. Dan berkata
“ kalau yang kayak gini berasa gak dimimpi?” Tanya bisma sembari mengecup lembut pipi ku lalu tersenyum manis dihadapan ku.
“Hah” gumam ku dan teman-teman ku terkejut.
“dek jangan pinsan lagi!”seru papa Andreas kepada ku.
“tenang aja, kalau yang kali ini aku gak bakalan pingsan sob!” jawab ku girang lalu memalingkan kembali wajah ku kearah sayang bisma lalu segera memeluknya erat-erat dan Bisma pun membalas pelukan ku. Suasana ruang makan menjadi sangat meriah dengan tepukan tangan sahabat-sahabat ku.
“untung ini kisah nyata, kalau mimpi bakalan kejadian memalukan kayak semalam deh! Hahaha..” ucap bunda riska sembari tertawa.
“uuhhh! Mulai deh penyakit lola and lugunya si riskha kambuh.” Gumam ku kaget didalam hati.
“memangnya semalam vannya kenapa?” Tanya bisma penasaran sembari melepaskan pelukannya dari ku. Mas Fazri pun memulai cerita yang terjadi semalam antara aku dan orang suku dayak itu. Aku udah berusaha menghentikan mas noney untuk cerita, tapi malah disambung-sambung dengan teman-teman ku yang lain.
“ini bagaikan bermain kejar-kejaran, dan aku yang jadi anak pingitnya.” Gumam ku kesal sambil berlari-lari mencoba menghentikan teman-teman ku bercerita. Tapi terlambat, mereka semua sudah selesai dengan cerita itu dan berhasil menertawakan ku didepan Bisma.
“argghh.., sungguh keterlaluan.” Bisik ku kesal didalam hati. Tapi bisma tidak menertawakan ku, ia hanya tersenyum dan berjalan mendekati ku.
“kamu tau gak! Aku juga sedang jatuh cinta sama seseorang.”ucapnya dihadapan ku.
“ha..” respon ku bingung.
“aku jatuh cinta sama seseorang itu saat dia jatuh kedalam pelukan ku. Dan orang itu adalah kamu!”
“apa!”ucap ku terkejut mendengar pernyataan bisma.
“aku udah baca semua isi surat kamu untuk aku. Maaf ya aku ngebongkar isi dompet kamu. Kamu belum punya cowokkan? Karena didompet kamu gak ada foto cowok selain foto aku, itu artinya aku adalah pacar kamu.” Tutur bisma yang sepontan membuat aku terdiam menganga..
“kamu mau kan jadi pacar aku?” Tanya bisma lagi kepada ku. Dan kali ini aku tak akan sia-sia kan kesempatan emas ini, dengan senyum disertai pipi ku yang merona tersipu malu, aku segera menganggukkan kepala ku dan berkata.
“iya bima sayang, aku mau jadi pacar kamu!” dan Bisma pun tersenyum manis kepada ku dan mengatakan.
“terimakasih ya vannya sayang, I LOVE YOU!” sesaat itu juga aku terjatuh pingsan dan hanya mendengar teriakan sahabat-sahabat ku memanggil nama ku.
Satu.. dua.. tiga.., mata ku mengerdip tiga kali saat sinar mata hari menerobos kejendela kamar ku. Sesaat itu juga aku segera bangun dan terduduk ditempat tidur ku sembari melihat disekeliling kamar ku.
“tu kan, gue Cuma mimpi lagi.” Gumam ku sembari beranjak dari tempat tidur ku menuju sofa didepan TV dan menghidupkan TV ku.
“mana mungkin Bisma nembak gue, itu bakalan terjadi didalam mimpi gue doank.” Gerutu ku kesal sembari menguap dan mengeliat diatas sofa.
“Bisma, siapakah cewek beruntung yang kamu bilang kekasih kamu. Katanya pacar kamu adalah cewek yang kamu peluk waktu dihotel saat cewek itu pingsankan!” seru wartawan gossip dilayar TV.
“hah” teriak ku sepontan terkejut sembari terduduk diatas sofa dengan antusias penuh melihat kearah layar TV.
“iya, dia pacar baru aku, dan kita baru jadian semalam. Awalnya dia itu fens aku, tapi entah kenapa aku jadi jatuh cinta sama dia. Namanya vannya, dia tinggal dikota Pekanbaru dan kita baru aja semalam buka puasa bareng, teman-temannya juga ada disana.” Tutur bisma yang sangat mengagetkan diriku.
“hah.., nih apa kuping gak salah dengar. Apa ini kuping belum gue congkel ya sampai-sampai gue ngasal gini dengarnya.” Ucap ku mencoba menyadarkan diri ku dan memastikan kebenaran ini semua. Tiba-tiba phonsel ku bordering, tanda SMS masuk. Aku pun segera melangkahkan kaki ku mengampil phonsel ku yang berada dimeja TV. Lalu kembali terduduk disofa dan membuka SMS itu.
“hah.., banyak banget SMS and panggilan tak terjawab. Kok gak ada nama penelvon nya ya”..
“Assalammualaikum… met pagi sayang! Kamu udah bangun belum? Aku coba nelvon kamu buat bangunin sahur tapi gak kamu angkat. Gimana kondisi kamu sayang? Udah mendingan kan? By Bisma.”
“hah.., bisma.., astaga.., ini beneran bisma! Jadi gue gak salah denger tadi!” gumam ku sembari berfikir. Lalu kembali membaca semua SMS masuk yang ternyata semua itu dari bisma.
“ya allah.., gue gak sedang bermimpikan! Auww..” gumam ku sembari berteriak akibat merasakan sakit gara pipi ku yang ku cubit sendiri.
“enggak, gue gak lagi mimpi.” Gumam ku. Dan tiba-tiba sebuah kiriman SMS datang lagi dan aku pun segera membacanya.
“ow iya sayang, maaf ya aku gak bisa nunggu kamu. Aku harus segera pergi lagi kekota lain untuk menyelesaikan kontrak ku dan anak-anak SMASH lainnya. Selepas kontrak ini selesai, aku janji buat ngejemput kamu untuk jalan-jalan kekota bandung. Oke sayang, jaga kesehatannya ya, GIRL I LOVE YOU. :* BY; BISMA.”
“Aarrrgghh.., ini beneran bisma..” teriak ku girang sembari melompat-lompat dari duduk ku.
“tapi tunggu dulu, aku harus benar-benar mastiin kalau ini beneran bisma sayang ku, bisa aja kan anak-anak thrafallgar ngerjain gue. Ok vannya, loe pintar! Gue coba telvon aja.” Ucap ku sembari meletakkan phonsel ku ditelinga.
“hallo.., sayank! Kamu udah bangun ya!” sapa suara seorang cowok yang tak asing terdengar ditelinga ku.
“ini beneran Bisma Karisma?” Tanya ku dengan begoknya.
“iya donk sayank, ini aku Bisma. Pacar kamu, kamu masih ngerasa ini mimpi ya! Hahaha… sayank-sayank!!! Tenang aja, aku pasti bakalan ngebuktiin lagi kalau ini tu gak mimpi buat kamu dan gak ada yang gak mungkin didunia ini, seperti yang selalu kamu bilang saat menyakinkan teman kamu, kalau suatu saat kamu pasti bakalan ketemu aku dan jadi pacar aku. Hahaha.., teman-teman kamu udah cerita banyak tentang kamu semalam.” Tutur bisma ku panjang lebar.
“hah, serius! Dasar ya tu anak-anak, resek!” gumam ku menahan malu kepada Bisma.
“hahaha, aku yang banyak nanyak tentang kamu sama mereka. Jadi mereka ceritain semuanya deh tentang kamu. gak apa-apakan sayank?” kata Bisma sembari tertawa kecil mendengar suara ku yang kesal.
“hah.., iya deh yank gak apa-apa kok!” jawab ku singkat sebab masih canggung dengan hubungan yang berlangsung cepat ini.
“oke kalau gitu tar aku telvon lagi ya, aku mau syutting buat acara ngabuburit tar sore. Kamu nonton aku ya.” Kata bisma.
“oke, aku pasti selalu nonton kamu.” Jawab ku sembari tersenyum bahagia dan mulai terbiasa dan menyadari kenyataan yang terjadi adalah nyata dan benar adanya.
“oke , see you honey! I miss You.”
“I miss you too.” Balas ku sembari menutup saluraan telvon dan tersenyum manis sambil memangku wajah ku dengan kedua tangan ku. Tiba-tiba phonsel ku kembali berdering tanda SMS masuk, aku pun segera membacanya.
“sayank.., kamu emank gila banget ya. Sayang sama aku ampe segitunya, rela lari-larian pas puasa dan mempermalukan diri kamu didepaan orang banyak hanya demi cinta kamu ke aku. Sayank, aku jadi semakin cinta sama kamu. Jarang ada fans yang sampai kayak gini. Maksut aku, berhasil mencuri hati aku hanya dengan melihat senyum kamu saat tertidur pingsan dipelukan aku. Kamu kayak putri tidur yang tetap kelihatan cantik saat itu. Sayang.. aku cinta kamu. Tunggu aku datang ngejemput kamu ya, aku kan pangeran berkuda putih kamu. Hahaha.. aku jadi ikutan lebay gara-gara cinta kamu. Hem.. see you honey.. :-* :)”
“hahaha.., aku emank gila Bisma sayank. Lebih tepatnya jadi orang gila, GILA KARENA CINTA KAMU.” Gumam ku didalam hati sembari tersenyum bahagia melirik kearah poster besar didepan tempat tidur ku yang lain dan tak bukan adalah poster ayank ku BISMA. MmmmmuuuUaaaaaAAhhhhhHH.. :* :D
(: THE END.. :D
NB; Sesungguhnya cerita ini hanyalah khayalan dan fiksi belaka, mohon maaf jika ada kesalahan kata dan kesamaan penggunaan nama tokoh cerita. Cerita ini vannya sajikan kepada teman-teman guna untuk meningkatkan minat membaca khususnya dikalangan remaja. Semoga cerita ini dapat menghibur teman-teman pembaca. Vannya sadar, keritik dan saran sangat dibutuhkan dalam karya ini guna sebagai pemicu semangat dan pembelajaran buat vannya, jadi diharapkan kritik dan sarannya ya teman-teman. :D oke deh, Sekian dulu dan terima kasih..
salam sayank..,
Penulis Cerpen,
Dinda Vannya Dwi Al-Sky.. :D
semoga TEMAN-TEMAN suka ya.. :D
BalasHapus